Pages

Saturday, July 10, 2010

Due to overcome sore Sun Burned Mengatasi Perih Akibat Terbakar Matahari


Forget to wear sunblock because the trigger to get into a swimming pool? Hm ... not surprising your skin becomes red and sore because the burning sun.

Many people still underestimate the use of sunblock, and just worried that the skin becomes charred or striped because of exposure to long hours in the sun. In fact, inflamed skin due to sun exposure is also no less dangerous.

You can buy drugs outside to address the burning and peeling skin, but first try a natural medicine. After that, make it a habit to always wear sunblock, including repeat the application after you swim for a while.

1. Apply aloe vera. When you choose anti-inflammatory cream containing aloe vera, select a colorless and not perfumed. However, Lynne C. David, ND, naturopathic physician from the Center for Integrative Medicine at George Washington University Medical Center, Washington, DC, said that the original plant aloe vera can be more effective cure. Apply a flesh-like gel on your skin is inflamed.

2. Wipe it with milk. Dip a clean cloth in cold milk and stick to the burned area for 20 minutes, so suggestions Hadley C. King, MD, clinical instructor of dermatology at Weill Cornell Medical College, New York. Make sure you use the entire contents of milk, because fat is the part that actually calming. Apply again every 2-4 hours.

3. Suppress with baking soda. You may use baking soda for cleaning house, baking bread, or deodorizing the refrigerator. Well, this powder was also effective to overcome the sunburned skin. Dissolve one tablespoon of baking soda into the water to create the cooling ingredients, or add 1 / 2 cup into the tub which was filled with warm water. Then Soak.

4. Try vinegar. Simple drug to ease the pains are using that have been distilled vinegar or apple cider vinegar. According to Dr. King, there is no scientific research proving that this material is efficacious for the cure, but there is no harm in trying. Dip a cloth or towel into the solution mixture of water and vinegar, then apply on your skin burned.

5. Herbal ingredients. Plants such as calendula (often used as teas or essential oils) or comfrey is known to restore skin tissue and contains anti-inflammatory. Try looking at the drug store, is there a cream that contains these two ingredients. If not, use calendula tea bag pouch, wet, and stick to the sensitive parts of your skin. Leave until the skin feels better. Another option is to use a bag of mint tea bags, because the mint's ability to cool and get rid of the pain. Another way is the calendula or mint tea. After the cold tea, use a cotton bud to soak up the liquid and apply on the skin.


Lupa pakai sunblock karena keburu pingin nyemplung ke kolam renang? Hm... tidak heran kulit Anda menjadi merah dan perih karena terbakar matahari.

Masih banyak orang yang menyepelekan penggunaan sunblock, dan hanya mengkhawatirkan kulit yang menjadi gosong atau belang karena terpapar berjam-jam di bawah matahari. Padahal, kulit yang meradang akibat terpapar matahari juga tak kalah berbahaya.

Anda bisa saja membeli obat-obatan luar untuk mengatasi kulit yang perih dan mengelupas, namun coba dulu obat-obatan alami. Setelah itu, biasakan untuk selalu mengenakan sunblock, termasuk mengulangi pengaplikasiannya setelah Anda berenang beberapa saat.

1. Oleskan lidah buaya. Bila Anda memilih krim antiperadangan yang mengandung lidah buaya, pilih yang tidak berwarna dan tidak diberi parfum. Namun, Lynne C. David, ND, dokter naturopati dari Center for Integrative Medicine di George Washington University Medical Center, Washington, DC, mengatakan bahwa tanaman asli lidah buaya bisa jadi lebih efektif menyembuhkan. Oleskan dagingnya yang mirip gel pada kulit Anda yang meradang.

2. Usap dengan susu. Celupkan kain bersih ke dalam susu dingin dan tempelkan ke area yang terbakar selama 20 menit, demikian saran Hadley C. King, MD, instruktur dermatologi klinis di Weill Cornell Medical College, New York. Pastikan Anda menggunakan seluruh kandungan susu, karena yang berlemak adalah bagian yang justru menenangkan. Aplikasikan kembali setiap 2 - 4 jam.

3. Redakan dengan baking soda. Anda mungkin menggunakan baking soda untuk membersihkan rumah, memanggang roti, atau menghilangkan bau lemari es. Nah, bubuk ini ternyata juga ampuh untuk mengatasi kulit yang terbakar matahari. Larutkan satu sendok makan baking soda ke dalam air untuk membuat bahan pendingin, atau tambahkan 1/2 cangkir ke dalam bathtub yang sudah diisi air hangat. Lalu berendamlah.

4. Coba cuka. Obat sederhana untuk meredakan rasa perih adalah menggunakan cuka yang telah disuling, atau cuka sari apel. Menurut Dr King, memang tidak ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa bahan-bahan ini memang berkhasiat untuk menyembuhkan, namun tidak ada salahnya dicoba. Celupkan kain atau handuk ke dalam larutan campuran air dan cuka, lalu tempelkan di bagian kulit yang terbakar.

5. Bahan herbal. Tanaman seperti calendula (kerap dijadikan teh atau minyak esensial) atau comfrey dikenal mampu memulihkan jaringan kulit dan memiliki kandungan antiperadangan. Coba cari di toko obat, apakah ada krim yang mengandung dua bahan ini. Bila tidak ada, gunakan kantung celup teh Calendula, basahi, dan tempelkan ke bagian sensitif dari kulit Anda. Biarkan sampai kulit terasa lebih baik. Pilihan lain adalah menggunakan kantong celup teh mint, karena daun mint memang mempunyai kemampuan mendinginkan dan menyingkirkan rasa sakit. Cara lain adalah menyeduh teh Calendula atau mint. Setelah teh dingin, gunakan cotton bud untuk mengisap cairan tersebut dan aplikasikan pada kulit.

7 Remedy Dry Hair 7 Cara Mengatasi Rambut Kering


Dry hair is often distracting. Dry hair is usually easily ruffled, and when matted, their edges so easy to fall out. Try to observe, lest your true hair normally tends to be dry because you are wrong to treat.

1. Rinse with cold water
You must really love the steam bath or hot enough water to rinse your hair. But hot water is not able to maintain moisture in your hair. For that, use cold water to keep the hair needed moisture.

2. Release the lock of hair when sleeping
Let your hair free when sleeping. Hair also needs breathing room after a day on the move with you. Ties are too strong to cause the strands of hair are interested and eventually fall out.

3. Relax your hair from styling tools
Like people who need a break, the hair also needs time to rest. Styling tools that remove the heat, like curling, blow dryer and others, can make your hair becomes dry.

4. Observe the condition of hair
By looking more closely the condition of your hair can determine the factors that can nourish your hair. For that you need to consult a specialist in dermatology.

5. Do not wash your hair every day
People who tend to be oily hair may be advised to wash their hair every day. But if your hair is dry, you should not do this. Washing your hair every day would deplete the natural oils in your hair. As a result, the hair dull, dry and wrinkled. Shampoo once every two days is enough.

6. Do not comb wet hair
In wet conditions, dry hair that will be a bit fragile. Comb or brush hair when it was still damp and wet can cause hair to break. The most well hell, let your hair dry naturally.

7. Rawat dyed hair
Dyed hair tends to become dry due to the chemicals. For that, you should treat your hair more carefully. Use conditioner every time moisturizing shampoo for hair. You should also routinely treat the hair salon to do creambath, hair mask, or hair spa.

Source: Kompas Female


Rambut kering memang sering mengganggu. Rambut yang kering biasanya mudah kusut, dan bila kusut, ujung-ujungnya jadi gampang rontok. Coba amati, jangan-jangan rambut Anda yang sebenarnya normal cenderung menjadi kering karena Anda salah memperlakukannya.

1. Bilas dengan air dingin
Anda pasti sangat menyukai mandi uap atau air yang cukup panas untuk membilas rambut Anda. Tetapi air panas tidak dapat menjaga kelembaban pada rambut anda. Untuk itu, gunakan air dingin untuk menjaga kelembaban rambut yang dibutuhkan.

2. Lepaskan ikatan rambut ketika tidur
Biarkan rambut Anda bebas ketika tidur. Rambut juga memerlukan ruang bernafas setelah seharian beraktivitas bersama Anda. Ikatan yang terlalu kuat akan menyebabkan helaian rambut tertarik dan akhirnya rontok.

3. Istirahatkan rambut Anda dari alat penataan rambut
Seperti halnya manusia yang membutuhkan istirahat, rambut juga membutuhkan waktu untuk beristirahat. Alat-alat penataan rambut yang mengeluarkan hawa panas, seperti alat pengeriting, blow dryer, dan lainnya, dapat membuat rambut Anda menjadi semakin kering.

4. Amati kondisi rambut
Dengan melihat kondisi rambut secara lebih teliti Anda dapat mengetahui faktor-faktor yang dapat menyehatkan rambut Anda. Untuk itu Anda perlu berkonsultasi pada ahli dermatologi.

5. Jangan keramas setiap hari
Orang yang rambutnya cenderung berminyak mungkin disarankan untuk mencuci rambut setiap hari. Tetapi bila rambut Anda kering, sebaiknya jangan lakukan hal ini. Mencuci rambut setiap hari akan menguras minyak alami yang ada dalam rambut. Akibatnya, rambut jadi kusam, kering, dan kusut. Keramas setiap dua hari sekali sudah cukup.

6. Jangan menyisir rambut yang basah
Dalam keadaan basah, rambut yang kering akan sedikit rapuh. Menyisir atau menyikat rambut ketika masih lembab dan basah bisa menyebabkan rambut patah. Paling baik sih, biarkan rambut Anda mengering alami.

7. Rawat rambut yang dicat
Rambut yang dicat cenderung menjadi kering akibat bahan-bahan kimia. Untuk itu, Anda harus merawat rambut Anda dengan lebih cermat. Gunakan kondisioner setiap kali keramas untuk melembabkan rambut. Anda juga harus rutin merawat rambut di salon untuk melakukan creambath, masker rambut, atau hair spa.

Sumber: Kompas Female

Karakoram Highway


From Lahore Fort, we must travel 490 km on the path to Islam centuries - Chilas - Karakom Highway. Route, in addition to circling the mountain, also along the road village and town. Speeding driver could not because many flocks of goats and donkey-drawn cart on the streets.

However, do not necessarily think a lot of bored because the beautiful scenery.
Saw a truck full of paintings and decorations can Manjadi own entertainment. Pakistanis also like knick-knacks such as artificial flowers there on his tractor. While public transport vehicles fitted with a black strip with the aim to survive on the road.

View of mountains with peaks covered in ice and the stories the guide makes the trip 14 hours is not too boring. During that trip, we can see the cable car. Simple shape, the box just like that. Then there are also stone painted by the monks who had passed there. From a distance, seen the ancient silk road to the pagoda three levels.

The next day use a jeep to Hopar Glacier. During the trip, no police and all the drivers here is very disciplined. Then in the afternoon we headed Baltit Fort which is the former residence Mirs of Hunza, inhabiting sampaitahun 1960. The fort was an age already 400 years old and made of stone, mud, and wood.

Source: Intisari


Dari Lahore Fort, kita harus menempuh jarak 490 km pada jalur Islam abad - Chilas - Karakom Highway. Rutenya, selain melingkari gunung, juga menyusuri jalan desa dan kota. Pengemudi tidak bisa ngebut sebab banyak kawanan kambing dan kereta yang ditarik keledai berkeliaran di jalanan.

Namun, jangan lantas berpikir bosan sebab banyak pemandangan yang indah.
Melihat truk yang penuh lukisan dan hiasan bisa manjadi hiburan tersendiri. Orang Pakistan juga suka pernak-pernik seperti kembang buatan yang ada pada traktornya. Sementara kendaraan umum dipasangi sobekan kain hitam dengan tujuan supaya selamat di jalan.

Pemandangan gunung dengan puncaknya yang tertutup es serta cerita sang pemandu membuat perjalanan 14 jam tidak terlalu membosankan. Selama perjalanan itu, kita dapat melihat kereta gantung. Bentuknya sederhana, kotak begitu saja. Lalu di sana juga ada batu yang dilukisi oleh biksu yang pernah melintas di sana. Dari kejauhan terlihat jalan sutra kuno dengan pagoda tingkat tiga.

Esoknya menuju Hopar Glacier menggunakan jip. Selama di perjalanan, tidak ada polisi dan semua pengemudi di sini amat disiplin. Lalu sore hari kita menuju Baltit Fort yang merupakan bekas tempat tinggal Mirs of Hunza, yang menghuninya sampaitahun 1960. Benteng itu umurnya sudah 400-an tahun dan dibuat dari batu, lumpur kering, dan kayu.

Sumber: Intisari